28/01/2014---Kejujuran Dalam Sebuah Hubungan: Kejujuran
itu menurut saya adalah, suatu kondisi dimana kita sebagai seorang manusia
berani dan dengan sadar mengatakan apa yang menjadi kenyataan atau hal yang
sebenar nya. Hal ini sangat lah penting di dalam kehidupan seorang manusia baik
laki laki ataupun perempuan.
Situasi ini sangatlah penting di dalam kehidupan kita
baik di dalam dunia pendidikan kita, dunia kerja kita atau dimana pun kita
berada. Begitu pula dalam kehidupan percintaan kita. Apalagi di zaman seperti sekarang ini,
seperti yang kita ketahui , banyak sekali pasangan muda yang dalam proses
mereka berpacaran sering kali mengeluarkan kata “putus” yang bisa saja di
sebabkan oleh hal hal yang sepele, misalnya seperti , salah satu nya cemburu
buta tanpa mau mendengarkan alasan dari pacar mereka, ada juga yang putus
karena miss comunication dan lain
lain nya. Dan akibat dari itu ada yang galau lah, stress lah, mau melakukan ini
itu jadi tidak berminat atau dalam bahasa gaul nya unmood or badmood.
Sebenar
nya kalau mau kita lihat, perhatikan dan pelajari lebih dalam lagi, sebenarnya
semua akibat itu penyebab nya hanya lah satu yaitu, kurang nya kejujuran diantara pasangan masing
masing. Hal ini kerap kali kita temukan di dalam kehidupan kita, atau mungkin
saja kita pun mengalami nya.
Kisah Lya dan Daniel
Seperti
kisah seorang gadis, ya anggap saja gadis itu bernama Lya dan pasangan nya
bernama Daniel. Dari awal nya mereka pacaran sih fine fine saja atau bisa di
bilang flat. Ya hal ini mungkin di
karenakan si cowok sibuk dengan tugas tugas nya, ya sebagai seorang mahasiswa,
dia juga merupakan anggota fungsionaris dari lembaga kemahasiswaan atau anak
BEM, dia juga ikut sebagai anggota choir di
gereja ataupun di fakultas nya, dan masih banyak lagi kegiatannya diluar
perkuliahan. Sementara si cewek ini (Lya) pun juga sibuk dengan tugas
perkuliahan, ya namun tidak sesibuk sang kekasih. Kehidupan percintaan mereka
sangat lah flat bahkan bisa di bilang
seperti mereka tidak berpacaran. Untuk sms saja susah, hanya beberapa kali saja
dalam sehari dan isi sms nya ya standart sekali, seperti “lagi ngapain?, udh makan
belum? , gimana kuliah nya ? ” hanya sebatas itu saja.
Apalagi
untuk jalan jalan keluar? Mungkin bisa di hitung dengan sebelah jari saja dan
itu hanya di dalam event event besar saja baru mereka bisa bertemu. Kadang kala
teman nya Lya ini selalu saja bertanya
“hey, Lya di mana pacar mu? Kalian gak ketemuan? “ dan jawaban yang sering
terlontar keluar dari mulut Lya ini “dia
lagi latihan nyanyi,atau dia lagi ikut rapat” dsb. Si Lya ini hanya bisa menjawab seperti itu
karena dia tidak tau apa yang sebenar nya Daniel ini lakukan dan ada di mana,
karena setiap kali Lya ini bertanya kepada sang Daniel ini jawaban yang keluar
hanya lah “lagi di kampus, lagi latihan nyanyi. Atau lagi di kampus, lagi
rapat” jadi dengan jawaban si Daniel
yang seperti, membuat sang cewek hanya bisa bilang “oh, yaudah.. semangat ya
latihan nya, atau semangat ya rapat nya, jangan lupa makan”. Dan kadang kala kalau mereka berdua sama sama
sibuk dengan tugas nya masing masing, tidak ada sms atau telepon antara mereka
berdua. Dan paling paling sebelum menjelang tidur si Lya sms kepada Daniel, dan
isi nya “ good night, have a nice
dreams, GBU “ dan jawaban dari Daniel hanyalah “ thank u, and u too. “
terkadang hanyalah “ J “ So tidak ada lagi percakapan antara mereka
berdua.
Sebenarnya sudah sejak lama Lya ini sangat lelah dengan
sikap pacar nya yang cuek, sibuk, sms saja jarang, apalagi untuk pergi
ketemuan. Kadangkala ia merasa sangat jelous
dengan teman teman nya yang bisa
berpacaran dengan mudah nya, bisa ketemuan setiap hari, atau komunikasi lancar,
padahal pacar dari teman teman nya si
Lya ini beda fakultas, beda tingkatan,
bahkan ada yang beda universitas pula, tetapi bisa komunikasi lancar, bisa
ketemuan,bisa jalan bareng.
Tapi kenapa hanya dia saja yang tidak bisa??
Padahal mereka sama sama dari satu fakultas yang sama hanya beda tingkatan
saja. Sang pacar satu tingkat diatas Lya
atau senior nya Lya. Sebenarnya Lya dan Daniel seumuran, namun Daniel
masuk sekolah nya lebih cepat dibandingkan dengan Lya. Dan alhasil Lya terkadang lelah karena harus
terus berbohong kepada teman teman nya
ketika di tanya, “dimana pacar mu?, “hubungan kalian baik baik saja kan ?“ dan
berakting seolah olah semuanya berjalan dengan lancar, dan selalu saja
tersenyum untuk menutupi itu semua, dsb.
Sebenarnya
Lya sangat ingin sekali berbicara kepada
pacar nya, kalau dia sudah lelah berpacaran seperti ini, karena ia merasa sama
saja seperti tidak berpacaran. Karena
dia tidak mau di anggap egois, tidak mau di anggap manja, dan dia tidak
mau kalau sampai pacar nya bosan dengan dia, maka dari itu ia selalu saja
mengurungkan niat nya untuk berbicara kepada Daniel pacarnya.
Hal ini terus saja terjadi karena Lya sudah terlanjur sayang dengan
pacar nya, dan dia tidak mau kalau sampai hal buruk terjadi pada hubungan nya
dengan Daniel . Hal ini berlanjut secara terus menerus hingga 3 bulan lama nya
mereka berpacaran. Mungkin saja Daniel juga sudah lelah dengan hubungan nya
yang terus menerus seperti ini dengan Lya.
Dan
pada suatu hari Daniel mengajak Lya
untuk makan malam berdua di sebuah resto
ala Jepang, dengan maksud membicarakan hal yang penting, mengenai hubungan
mereka berdua. dan rupanya feeling Lya ini sangat kuat, Lya tahu kemungkinan besar apa yang akan di
bicarakan oleh Daniel kepada dirinya.
karena beberapa hari sebelum mereka makan malam bersama, sikap Daniel berubah,
menjadi sangat romantis dan perhatian, berbeda jauh dengan hari hari kemarin
saat mereka pacaran.
Dan
selama mereka makan, tingkah laku dari Lya menunjukan kalau dia lagi memikirkan
sesuatu, ternyata Daniel terus memperhatikan sikap Lya dan membaca gerak gerik sang kekasih nya yang
gelisah seperti itu, maka Daniel
pun bertanya kepada Lya “kamu
kenapa? Apa yang kamu pikirkan?” si Lya
ini hanya menjawab “he? Tidak, aku tidak
apa-apa.” Lalu tersenyum. Dan kecanggungan diantara mereka pun terjadi selama
mereka makan.
Karena
Lya tidak tahan dengan rasa canggung serta rasa sakit yang menjadi beban di dalam hatinya, dia pun
buru buru menghabiskan makanan yang ada di hadapan nya. Setelah ia selesai
menghabiskan makanan nya, ia berdoa
dalam hati “Tuhan, biarlah kehendak- Mu
saja yang terjadi atas hidupku, ku berserah hanya pada-Mu saja” lalu ia menarik
nafas dan sambil tersenyum “apa yang ingin kau katakan pada ku ?” . mendengar
ucapan dari sang kekasih, Daniel sangat terkejut, dan dengan muka penuh
keheranan ia balik bertanya “ apa maksud mu ?” dan Lya menjawab “kau mengajak aku kemari dan
makan malam bersama, pasti ada sesuatu yang ingin kau bicarakan pada ku bukan?
Katakan saja, aku siap mendengarkan nya. “. Lalu Daniel berkata “kau benar, ada hal yang ingin
ku bicarakan padamu, dan ku harap kau akan
mengerti .“ “ of course! So what do you want to say for me ?” timpal
Lya dengan senyuman mengembang di wajah nya.
“ aku ingin minta maaf sebelumnya, ini bukan karena orang lain atau apa,
tapi aku ingin kita menjadi teman mulai dari sekarang ini”. lalu jawab Lya ”oke
fine” sambil tersenyum lega, kalau
ternyata feeling nya benar.
Daniel
semakin bingung dan bertanya “kamu tidak apa - apa ? aku tau ini semua salah
ku, aku minta maaf ” sambil tertunduk lemas. “Aku sudah tau kalau kau akan
bilang seperti ini sejak lama, dan aku tidak kaget lagi, dan kau, kau tak perlu
minta maaf.” Daniel hanya bisa tertunduk dan melihat sikap Daniel yang seperti
itu, tiba tiba ada suara ”so? We’re
friends right?”dan rupanya itu Lya yang bertanya pada Daniel, “yes, we’re friends right now Lya “
sambil menjulurkan tangan nya untuk berjabat tangan. “okay, we’re friends !” sambil berjabat tangan dengan Daniel.
Dan
akhirnya setelah mereka berjabat tangan, mereka pun resmi menjadi sebagai
seorang sahabat. Lalu mereka berterus terang tentang semua nya. Daniel mengaku
kalau dia bersikap cuek, tidak sms itu karena ia sebenar nya menunggu sms dari
Lya duluan, dan dia takut kalau dia sms akan mengganggu Lya, makanya dia
bersikap cuek.
Dan
ketika Lya mengutarakan bahwa, sejujur nya ketika ia ingin sms Daniel, ada rasa
takut kalau dia sms hanya akan mengganggu Daniel yang sibuk dengan kegiatan
nya, dia tidak mau Daniel berpikir dia
adalah cewek yang manja, egois yang selalu ingin di perhatikan. Dan
dia juga tidak mau kalau Daniel
sampai bosan dengan diri nya, maka dia selalu urungkan niat nya, walau
sebenarnya Lya sangat ingin di manja, di perhatikan dsb. Finally , setelah mereka berdua mengeluarkan beban yang ada di hati
mereka masing masing, akhir nya mereka sadar, kalau mereka berdua sama sama
takut mengganggu kesibukan pasangan nya
masing masing, dan mereka tidak berani mengutarakan nya.
Kalau
saja mereka saling jujur satu sama yang lain, saling terbuka dengan apa yang
mereka rasakan saat itu, baik senang ataupun mungkin sedikit mengecewakan
pasangan nya. Kata putus tidak akan
terjadi, dan tidak ada lagi kata “galau”. Dan kehidupan berpacaran mereka
mungkin akan lebih baik daripada sebelumnya. Namun semua itu sudah terlambat,
karena ketika mereka menyadari itu semua, mereka sudah menjadi seorang teman bukan menjadi
sebagai sepasang kekasih.
In facts guys, kejujuran itu basic
dari segala basic dalam masalah percintaan. why i said like that ? and what is my reason ? so lets thinking about
these guys... kalau kita saling jujur satu sama lain, kita bisa saling
mengerti satu sama lain, kita bisa tahu apa yang dia rasakan saat ini, apakah
dia sedang dalam good mood, unmood or
badmood etc, so we know how to do and minimize a risk from miss comunication each
other like break up etc. Guys, sebenarnya tidak hanya itu saja, yang menjadi the main
things dalam percintaan kita, namun dengan kita jujur kepada pasangan kita, dengan
apapun kondisi yang sedang terjadi pada diri kita, baik itu senang, sedih
ataupun mungkin kita kecewa dengan sikap pasangan kita, kita harus berkata
jujur mengatakan bahwa kita kecewa dengan sikap nya yang begini begitu, mungkin
itu terdengar tidak enak pada pasangan kita.
Tapi Kalau
kita memang menyanyangi pasangan kita dan tidak ingin berakhir, sudah
seharus nya kita mengatakan yang sebenarnya. Dan kalau pasangan kita pun
menyanyangi kita, dia akan mengerti dan kemungkinan besar akan menceritakan apa
yang sebenar nya membuat dia menjadi seperti ini. Tentu nya hal ini akan
berjalan dengan baik apabila kita bicarakan secara baik baik pula. Maka dengan
sendiri nya hal itu meminimaliskan atau mengurangi yang nama nya miss comunication, or jelous without reason enough etc and as a
result is break up. Dan jikalau itu tidak berhasil pada kita, percaya
semuanya sudah ada yang mengatur dan kita bisa mendapatkan yang terbaik bagi
kita.
Kesimpulan
Dan
sekarang mari kita coba bercermin dari kejadian Lya dan Daniel, mereka berdua
sebenarnya saling menyanyangi satu sama lain, karena mereka takut menganggu
satu sama lain maka mereka bersikap cuek dan, akhirnya hubungan mereka putus di
tengah jalan, itulah akibat dari mereka
yang tidak mau jujur terhadap pasangan nya masing masing. Jadi dengan kita
berlatih berkata jujur dari hal yang paling kecil sekalipun terhadap pasangan
kita yang sekarang ini, maka otomatis
kepercayaan akan tumbuh dengan
sendiri nya secara baik.
Dan
bagi kita yang saat ini sudah memiliki pasangan, baik yang baru memulai, sudah
cukup lama berjalan, ataupun bagi yang sudah sangat serius terhadap pasangan
nya dan ingin menuju pada jenjang yang lebih jauh, kunci untuk memiliki
hubungan baik, adalah “to be honest with
your partener. ”